Buka Puasa di Gedung Berusia 129 Tahun, Ngabuburit di Gedung Ismaya Semarang

Setuju gak kalau aku berpendapat bahwa yang bikin momen BukBer berkesan itu bukan cuma makanannya. Tapi tempatnya, ceritanya, dan orang-orangnya.

Sore ini, 1 Maret 2026, aku bareng teman-teman pengurus komunitas Genpi Jawa Tengah sepakat buat buka puasa di salah satu spot heritage di Kota Semarang: Gedung Ismaya — atau yang dulu dikenal sebagai Wisma Purba Danarta, berlokasi di Jalan Veteran No. 7, Semarang.

FYI, sampai akhir 2026 nanti, usia gedung ini diperkirakan sudah tembus 129 tahun. Seratus dua puluh sembilan. Kebayang nggak sih, gedung ini sudah “melihat” Semarang dari zaman kolonial sampai era reels dan TikTok?

Dari Rumah Pribadi Sampai Jadi Spot Bukber

Awalnya, bangunan ini adalah rumah pribadi. Lalu sempat difungsikan sebagai rumah singgah bahkan kantor polisi militer. Seiring waktu, gedung ini diambil alih oleh Yayasan Purba Danarta dan dijadikan kantor perbankan.

Yes, dulu ini kantor bank. Tempat orang nabung, ngurus kredit, dan mungkin galau karena cicilan, hihihi….

Menariknya, ketika akhirnya dikembangkan jadi ruang perkantoran dan penginapan, banyak elemen lamanya yang tetap dipertahankan. Mesin-mesin kantor jadul dari masa operasional bank masih ada dan sekarang jadi bagian dekorasi interior. Jadi bukan cuma estetik, tapi juga punya “nyawa”.

Sekarang, gedung ini hidup lagi sebagai salah satu outlet OTI Fried Chicken, tepatnya cabang OTI Heritage di Jalan Veteran. Resto ini merupakan jaringan resto milik pengusaha Semarang yang berkantor pusat di Banyumanik, Semarang.

Dan yang bikin beda? Konsepnya.

Vibes Rumah Belanda dengan Sentuhan Jawa

Masuk ke dalamnya tuh rasanya kayak teleport ke masa lalu. Interiornya bergaya vintage dengan sentuhan Jawa Tengah lama. Lampu-lampu hangat, jendela besar khas rumah Belanda, langit-langit tinggi, dan detail kayu yang bikin suasana terasa homey banget.

Serius, ini bukan sekadar tempat makan ayam goreng. Ini tempat buat nostalgia, buat ngobrol panjang, buat ketawa lepas.

Apalagi pas menjelang magrib.

Cahaya matahari sore yang masuk lewat jendela besar itu bikin gedung terlihat romantis banget. Warna oranye keemasan menyapu dinding tua, bayangan pepohonan bergerak pelan, dan kita seperti dibawa ke suasana berabad lalu.

Ngabuburit rasa film klasik.

Bukber yang Nggak Sekadar Bukber

Sore itu, kami Genpi Jawa Tengah nggak cuma datang buat makan. Kami datang buat cerita.

Cerita tentang event, tentang konten, tentang rencana kolaborasi, tentang Semarang yang makin keren kalau heritage-nya dirawat dan dihidupkan dengan cara yang relevan buat anak muda.

Dan menurutku, Gedung Ismaya ini contoh nyata gimana bangunan tua nggak harus jadi “museum sunyi”. Dia bisa jadi ruang hidup. Bisa jadi tempat kumpul komunitas. Bisa jadi spot foto yang estetik tanpa kehilangan sejarahnya.

Di sela azan magrib, kami duduk bareng, makanan terhidang, tawa pecah, dan di luar sana, Gedung Ismaya berdiri gagah seperti bilang:

“Aku sudah ada sejak dulu. Dan aku masih relevan sampai sekarang.”

Keren nggak tuh?

Heritage Itu Bukan Kuno. Tapi Keren Kalau Kamu Tahu Ceritanya.

Anak muda sering dianggap lebih suka yang modern. Padahal, begitu tahu cerita di balik sebuah tempat, semuanya berubah. Gedung yang mungkin dulu cuma kita lewati begitu saja, ternyata menyimpan 129 tahun perjalanan. Dari rumah pribadi, kantor militer, bank, sampai sekarang jadi resto dengan konsep heritage yang estetik. Dan jujur aja, buka puasa di tempat kayak gini rasanya beda.

Lebih meaningful.

Lebih berasa.

Lebih punya cerita buat dibagikan.

Kalau sore ini kami, Genpi Jawa Tengah, memilih Gedung Ismaya sebagai tempat berkumpul dan berbuka puasa, sekarang giliran kamu.

Kamu dan komunitasmu buka puasa di mana? Ada nggak spot heritage di kotamu yang punya cerita sekuat ini?

Cerita dong…., dan jangan cuma disimpan di IG story 24 jam.

Tulis dan bagikan di genpijateng.com. Biar makin banyak anak muda yang sadar: heritage itu bukan masa lalu.

Tapi masa depan yang dirawat dengan cara yang keren.

Author

+ posts

Genpi Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + 10 =