Malam itu langit Kota Semarang lagi cantik-cantiknya. Cuaca cerah, angin malam pelan berhembus, dan bangunan megah Lawang Sewu terlihat makin dramatis dengan sorotan lampu malam. Tapi ada satu hal yang bikin suasana malam 22 Mei 2026 terasa lebih spesial dari biasanya: pembukaan Lawang Sewu Short Film Festival 2026 atau yang sekarang punya nama baru, LOFF 2026.

Yes, festival film pendek kebanggaan Kota Semarang ini resmi dibuka langsung oleh Walikota Semarang, ibu Agustina Wilujeng di halaman Plaza Lawang Sewu. Dan vibe-nya? Bukan cuma formal ala seremoni pemerintahan, tapi lebih terasa seperti pesta kreatif buat anak-anak muda yang punya mimpi di dunia perfilman.
Setelah sukses tahun 2025 dan berhasil mencuri perhatian sineas dari berbagai daerah di Indonesia, LOFF tahun ini hadir dengan level yang lebih serius. Skala festival diperbesar, kualitas juri makin keren, dan antusiasme peserta juga naik drastis. Semarang seperti ingin bilang ke dunia kalau kota ini nggak cuma soal lumpia, kota lama, atau wisata sejarah—tapi juga tentang kreativitas dan film.

Yang menarik, tahun ini festivalnya melakukan rebranding menjadi “LOFF”, singkatan dari Lawang Sewu, shOrt, dan Film Festival. Cara bacanya sengaja dibuat seperti kata “Love”. Simpel, catchy, dan gampang diingat. Branding baru ini bikin festival terasa lebih fresh dan lebih dekat dengan generasi muda.
Dalam wawancaranya, Wali Kota Semarang menyampaikan kalau festival ini bukan sekadar acara tahunan biasa. Menurutnya, LOFF adalah ruang pertemuan bagi para sineas muda supaya karya mereka bisa dilihat lebih luas, diapresiasi, dan saling menginspirasi satu sama lain. Bahkan nantinya juga akan hadir karya-karya film dari luar negeri sebagai bahan pembelajaran untuk para peserta.
Dan yang bikin makin menarik, LOFF 2026 bukan cuma soal screening film. Kompetisinya juga lengkap banget. Mulai dari Ide Cerita Terbaik, Juru Kamera Terbaik, Pemeran Terbaik, sampai Film Cerita Terbaik. Total hadiah yang disiapkan pun nggak main-main: Rp300 juta!
Buat anak muda yang selama ini cuma bikin film pendek buat tugas kuliah atau upload di YouTube, ini jelas jadi peluang besar. Siapa tahu karya sederhana yang dibuat bareng teman tongkrongan malah bisa jadi pintu masuk ke industri film profesional.

Salah satu momen paling menarik malam itu adalah saat hadirnya Nirina Zubir sebagai anggota dewan juri LOFF 2026. Nirina mengaku kagum dengan keseriusan Pemerintah Kota Semarang dalam menjaga ruang kreatif untuk para sineas muda.
Menurut Nirina, dunia film selalu membutuhkan orang-orang baru yang berani. Berani punya ide, berani menyampaikan gagasan, dan yang paling penting: berani mengeksekusi ide itu jadi karya nyata. Statement yang sederhana, tapi rasanya ngena banget buat generasi muda hari ini yang sering overthinking sebelum mulai berkarya.

Nggak berhenti di situ, malam pembukaan LOFF juga membawa kabar besar lainnya. Lewat kerja sama dengan Kedutaan Besar India, yang malam itu diwakili oleh Konjen India, akan ada beasiswa pendidikan film ke India untuk insan perfilman Indonesia. Bayangin aja, dari festival di Semarang, peluang belajar film sampai luar negeri bisa terbuka.
Ini jadi bukti kalau LOFF bukan sekadar festival lokal, tapi mulai membangun koneksi internasional.
Langkah berikutnya dari Pemerintah Kota Semarang juga cukup serius. Setelah festival selesai, mereka berencana membentuk Komite Film Kota Semarang. Nantinya, wadah ini akan diisi oleh para pegiat film lokal yang punya komitmen kuat untuk membangun ekosistem perfilman di kota ini.
Komite tersebut diproyeksikan menjadi jembatan antara sineas lokal dengan jaringan perfilman nasional maupun internasional. Bahkan sudah ada rencana konektivitas dengan Komite Film Jakarta. Nggak cuma jadi tempat diskusi, komite ini nantinya juga bakal jadi pusat informasi festival dunia sekaligus membantu akses pendanaan bagi sutradara lokal.
Kalau dipikir-pikir, ini langkah yang keren banget. Karena banyak talenta kreatif sebenarnya ada di daerah, tapi sering bingung harus berkembang lewat jalur mana. Dan Semarang sekarang mulai membuka jalannya.
LOFF 2026 akhirnya bukan cuma tentang film pendek. Tapi tentang mimpi anak muda, tentang keberanian untuk berkarya, dan tentang Semarang yang perlahan tumbuh menjadi kota kreatif dengan identitas baru.
Dan malam itu, di bawah langit cerah Lawang Sewu, rasanya kota ini sedang jatuh cinta pada dunia film.
Author
Genpi Semarang
