Jawa Tengah kembali menghadirkan pengalaman wisata yang tidak sekedar sebuah kunjungan, namun juga menyelami sejarah, budaya, hingga nilai spiritual yang penuh berkah. Melalui agenda Jateng On The Spot (JOTS) 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, peserta diajak menyusuri jejak perkembangan Islam di tanah Jawa melalui destinasi wisata religi unggulan di Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak, dan Kota Semarang.
Selama tiga hari, perjalanan ini menghadirkan perpaduan harmonis antara wisata religi, pelestarian budaya, ekonomi kreatif, serta pengenalan produk unggulan daerah. Tidak hanya mengunjungi situs bersejarah, peserta juga diajak bertemu langsung dengan pelaku UMKM, pengrajin batik, hingga desa wisata yang menjadi wajah pariwisata berkelanjutan Jawa Tengah.
Hari Pertama: Menyelami Pesona Kudus, Kota Santri yang Kaya Tradisi
Perjalanan dimulai dari Kota Semarang dengan titik kumpul di Kantor Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah. Setelah pengarahan teknis dan sarapan bersama di Soto Ayam pak Wito, rombongan bergerak menuju Kabupaten Kudus.
Destinasi pertama adalah Galeri Dekranasda Kabupaten Kudus, tempat berbagai produk kriya dan kerajinan unggulan daerah dipamerkan. Kehadiran Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

(Peserta JOTS 2026 berkesempatan berbincang langsung dengan Ibu Endhah Endhayani Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus)
Perjalanan kemudian berlanjut ke Batik Luna Hijab, salah satu pelaku industri batik modern yang memadukan motif khas Kudus dengan sentuhan fashion muslim masa kini. Di sini peserta tidak hanya mengenal proses produksi batik, tetapi juga melihat bagaimana warisan budaya mampu berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

(Display koleksi Luna Hijab yang dikenakan langsung oleh para model dan pertunjukkan tari Kretek yang ditampilkan di Ballroom utama Luna Hijab)
Menjelang sore, suasana perjalanan mulai berubah menjadi lebih khusyuk saat rombongan menuju Kompleks Makam Sunan Muria. Berada di lereng Gunung Muria, kawasan ini menjadi salah satu destinasi ziarah paling penting di Indonesia. Selain nilai religius yang tinggi, panorama alam pegunungan memberikan pengalaman spiritual yang menenangkan.
Hari pertama ditutup dengan kunjungan ke Desa Wisata Japan, sebuah desa wisata yang berhasil memadukan potensi budaya, religi, kuliner, dan pemberdayaan masyarakat menjadi destinasi wisata berbasis komunitas. Makan malam bersama warga menjadi momen hangat yang mempererat interaksi antara peserta dan masyarakat lokal.

(Menikmati sajian budaya dan kuliner lokal Desa Wisata Japan di sejuknya udara lereng Gunung Muria)
Hari Kedua: Mengikuti Jejak Dakwah Wali Songo dari Kudus hingga Demak
Usai sarapan dan check out hotel, perjalanan dilanjutkan menuju Kompleks Makam Sunan Kudus. Sosok Sunan Kudus dikenal sebagai ulama yang mengedepankan pendekatan budaya dalam dakwah Islam. Hal tersebut tercermin dari arsitektur Masjid Menara Kudus yang memadukan unsur Hindu, Buddha, dan Islam secara harmonis.

(Megahnya arsitektur Menara Kudus yang tak lekang oleh jaman)
Peserta kemudian mengunjungi Museum Kretek, sebuah museum yang merekam perjalanan industri rokok kretek yang telah menjadi bagian penting dari sejarah ekonomi Kabupaten Kudus.

(Mencoba aktivitas melinting rokok di Museum Kretek Kudus)
Memasuki Kabupaten Demak, rombongan disambut oleh kemegahan Kompleks Masjid Agung Demak, salah satu masjid tertua di Indonesia yang dipercaya didirikan oleh para Wali Songo. Bangunan bersejarah ini menjadi simbol berkembangnya Kesultanan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

(Makam Sultan Demak yang terdapat di kawasan Masjid Agung Demak)
Setelah makan siang, peserta diajak mengenal Kompleks Notobratan, kawasan yang memiliki nilai sejarah dalam perkembangan pemerintahan dan budaya Demak.
Puncak perjalanan hari kedua adalah kunjungan ke Kompleks Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu. Sunan Kalijaga dikenal sebagai tokoh penyebar Islam yang menggunakan seni, budaya, dan tradisi lokal sebagai media dakwah. Hingga kini, kawasan Kadilangu masih menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Malam harinya, peserta mengikuti sesi evaluasi bersama Bidang Pemasaran Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah. Diskusi berlangsung santai namun produktif, menjadi ruang berbagi pengalaman selama mengikuti rangkaian Jateng On The Spot 2026.
Hari Ketiga: Menutup Perjalanan dengan Menelusuri Warisan Semarang
Hari terakhir dimulai sejak dini hari menuju Makam Syaikh Mudzakir di Sayung, Demak. Tokoh penyebar Islam ini dikenal memiliki pengaruh besar dalam perkembangan dakwah di kawasan pesisir utara Jawa.
Perjalanan berlanjut menuju Makam Pangeran Adipati Terboyo, salah satu situs bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Kesultanan Demak dan perkembangan masyarakat pesisir Semarang.

(Makam Pangeran Adipati Terboyo, salah satu tokoh penyebar agama Islam di Semarang)
Setelah makan siang, peserta mengunjungi Galeri Dekranasda Jawa Tengah, pusat promosi berbagai produk unggulan UMKM dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Beragam kerajinan, batik, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif menjadi bukti besarnya potensi daerah yang terus berkembang.

(Kain batik dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang dapat ditemukan di Galeri Dekranasda Jawa Tengah dan kemudahan pilihan pembayaran belanja)
Sebagai penutup, rombongan mengunjungi Museum Ranggawarsita, museum terbesar di Jawa Tengah yang menyimpan ribuan koleksi sejarah, budaya, geologi, hingga perkembangan peradaban masyarakat Jawa Tengah. Kegiatan resmi Jateng On The Spot 2026 kemudian ditutup oleh Bidang Pemasaran Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah.
(Berbagai koleksi lintas peradaban yang dipamerkan di Museum Ranggawarsita)
Lebih dari Sekedar Wisata
Jateng On The Spot 2026 menunjukkan bahwa wisata religi tidak hanya identik dengan kegiatan ziarah. Di balik setiap perjalanan terdapat kisah sejarah, nilai toleransi, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ekonomi kreatif.
Melalui eksplorasi Kudus, Demak, dan Semarang, peserta memperoleh pengalaman yang utuh tentang bagaimana warisan para ulama, kekayaan budaya lokal, serta kreativitas masyarakat mampu menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.
Dengan mengangkat tema wisata religi, Jateng On The Spot 2026 menjadi bukti bahwa Jawa Tengah memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi yang menawarkan perjalanan spiritual, edukatif, sekaligus inspiratif. Sebuah perjalanan yang tidak hanya meninggalkan jejak di setiap destinasi, tetapi juga menghadirkan makna di setiap langkah.