Minggu malam, 24 Mei 2026, suasana di Balaikota Semarang benar-benar beda dari biasanya. Dari luar gedung saja, suara teriakan supporter sudah terdengar bersahut-sahutan menyebut nama jagoan mereka masing-masing. Malam ini bukan malam biasa, karena inilah puncak Grand Final Denok Kenang Kota Semarang 2026.
Buat yang belum tahu, Denok Kenang adalah sebutan untuk duta pariwisata Kota Semarang. Tapi jangan bayangkan acara formal yang kaku dan membosankan. Faktanya, malam grand final ini justru penuh energi, sorak-sorai, dan vibes anak muda yang terasa hidup banget.
Bahkan duo pembawa acara, Dona dan Angga, beberapa kali sampai kewalahan menghadapi riuhnya supporter yang nggak berhenti memberikan semangat untuk para finalis.

Malam Penentuan Para Wajah Masa Depan Semarang
Grand Final Denok Kenang 2026 digelar di Balaikota Semarang dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti bersama jajaran Forkompimda Kota Semarang.
Sebanyak 15 pasang finalis tampil malam ini, meskipun satu finalis Denok berhalangan hadir karena sakit. Sebelum berhasil berdiri di panggung grand final, mereka harus melewati perjalanan panjang dengan menyisihkan ratusan peserta lainnya.
Tidak hanya itu, para finalis juga sudah menjalani berbagai program pembekalan dan masa karantina di Metro Park View Hotel Semarang. Di sana mereka belajar tentang public speaking, kepariwisataan, attitude, hingga bagaimana menjadi representasi terbaik Kota Semarang.
Deg-Degan Saat Harus Menjawab Pertanyaan di Atas Panggung
Salah satu momen paling menegangkan malam itu tentu saja sesi tanya jawab. Di depan para juri dan tamu undangan, para finalis harus menjawab pertanyaan seputar pariwisata hingga pengetahuan umum.
Dan yang bikin makin menantang, mereka hanya diberi waktu 30 detik untuk menjawab pertanyaan utama, lalu 1 menit pada babak final question.
Bayangin aja, berdiri di depan ratusan pasang mata undangan serta dewan juri, , supporter yang terus bersorak, lalu harus tetap tenang menjawab pertanyaan dengan percaya diri. Nggak heran kalau malam itu terasa begitu menegangkan sekaligus seru.
Farah dan Bima Resmi Jadi Denok Kenang 2026

Setelah melewati proses penjurian yang bikin para supporter harap-harap cemas, akhirnya nama pemenang pun diumumkan.
Farah Azra Bramantya dan Bima Surya Wandana resmi terpilih sebagai Denok Kenang Kota Semarang 2026.
Keduanya berhasil menyisihkan 14 pasangan finalis lainnya dalam malam grand final yang berlangsung meriah tersebut.
Mengusung tema “Menyinari Budaya, Menguatkan Pariwisata”, Farah dan Bima nantinya akan menjalankan tugas sebagai duta wisata Kota Semarang sekaligus membantu mempromosikan potensi wisata, budaya, dan kreativitas lokal kepada masyarakat luas.
Denok Kenang Sekarang Harus Jadi Storyteller
Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang menyampaikan pesan yang mendalam tentang makna Denok Kenang di era sekarang.
“Malam ini kita tidak hanya sedang memilih siapa yang paling rupawan, siapa yang paling fasih berbicara, atau siapa yang punya kepercayaan paling tinggi. Malam ini kita sedang memilih wajah masa depan Kota Semarang.”
Kalimat itu langsung mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan.
Menurut beliau, di era digital seperti sekarang, Denok Kenang tidak lagi hanya menjadi ikon pariwisata yang sekadar tampil di acara formal. Mereka harus mampu bertransformasi menjadi storyteller sekaligus culture ambassador.
Artinya, mereka dituntut bisa membawa cerita tentang Semarang ke generasi muda lewat cara yang lebih kreatif dan relevan. Bisa lewat konten media sosial, festival kampung, video kreatif, film pendek, hingga berbagai platform digital lainnya.
Karena promosi wisata zaman sekarang bukan lagi cuma soal brosur atau baliho. Tapi tentang siapa yang mampu membuat orang lain penasaran dan jatuh cinta pada sebuah kota lewat cerita yang menarik.
Semarang dan Anak Muda yang Siap Bersinar
Grand Final Denok Kenang 2026 malam ini membuktikan satu hal: anak muda Semarang punya semangat besar untuk ikut membawa nama kotanya semakin dikenal.
Bukan cuma soal penampilan, tapi juga tentang wawasan, kreativitas, komunikasi, dan rasa bangga terhadap budaya lokal.
Dan malam ini, di tengah gemuruh supporter, Semarang kembali menemukan wajah-wajah baru yang siap menyinari budaya dan menguatkan pariwisata kota.
Selamat bertugas Farah dan Bima. Selamat menjadi wajah baru Kota Semarang untuk Indonesia, bahkan dunia.
Author
Genpi Semarang
