Kota Semarang Siapkan “10 Kandri Baru”, Desa Wisata Masa Depan Mulai Dipetakan

Pariwisata di Semarang kini mulai bergerak ke arah yang lebih dekat dengan masyarakat. Bukan cuma menghadirkan destinasi baru, tetapi juga membangun kampung dan desa wisata yang hidup dari budaya, aktivitas warga, hingga potensi lokal yang selama ini belum banyak terekspos.

Senin, 25 Mei 2026, Tim Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Kota Semarang bersama Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah)  Kota Semarang, Kecamatan Mijen, Kelurahan Wonolopo, dan tokoh masyarakat setempat melakukan kunjungan ke Desa Wisata Wonolopo.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi eksisting desa wisata sekaligus berdiskusi bersama masyarakat dan pengelola setempat mengenai arah pengembangan wisata berbasis komunitas di masa depan.

Desa Wisata Jadi Arah Baru Pariwisata Semarang

Di tengah berkembangnya industri pariwisata, ternyata masih ada banyak tantangan yang harus diselesaikan. Tidak semua kampung tematik maupun desa wisata memiliki pengelolaan yang kuat, konektivitas yang baik, hingga produk wisata yang benar-benar berkelanjutan.

Padahal, banyak kampung di Semarang yang sebenarnya punya potensi besar. Mulai dari budaya lokal, sejarah kampung, kuliner khas, aktivitas warga, hingga suasana alam yang masih asri.

Sayangnya, banyak potensi itu belum terhubung dengan promosi digital, ekonomi kreatif, maupun storytelling wisata yang menarik untuk wisatawan masa kini.

Padahal buat Gen Z dan milenial, wisata sekarang bukan cuma soal tempat bagus buat foto. Pengalaman, cerita, interaksi dengan warga lokal, dan suasana autentik justru jadi daya tarik utama.

Diskusi Hangat di Omah Ampiran Wonolopo

Dalam diskusi yang berlangsung di Omah Ampiran Wonolopo bersama Ketua Pokdarwis, Bapak Sumarman, berbagai masukan muncul dari masyarakat dan stakeholder yang hadir.

Pembahasan mulai dari penguatan komunitas wisata, pengembangan aktivitas berbasis masyarakat, hingga bagaimana membangun kawasan wisata yang tetap tumbuh tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Kota Semarang sendiri saat ini sedang menyiapkan langkah pengembangan desa wisata yang lebih terarah melalui penyusunan policy brief pengembangan pariwisata bersama akademisi dan berbagai multi stakeholder.

Tujuannya jelas, agar pengembangan wisata tidak hanya ramai sesaat, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

“10 Kandri Baru” Jadi Harapan Baru

Salah satu gagasan yang mulai disiapkan adalah pengembangan “10 Kandri Baru” dalam arah pembangunan Kota Semarang tahun 2027.

Nama Kandri sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu desa wisata tingkat Nasional yang berhasil berkembang dengan kekuatan budaya lokal dan keterlibatan masyarakatnya.

Lewat konsep ini, Kota Semarang berharap akan muncul desa-desa wisata baru yang tumbuh secara berkelanjutan dan punya karakter unik masing-masing.

Bukan sekadar viral sesaat, tapi benar-benar menjadi ruang hidup bagi masyarakat lokal sekaligus destinasi yang punya pengalaman wisata berbeda.

Semarang Masih Punya Banyak Cerita

Dari kampung kecil di pinggir kota, desa dengan panorama alam, sentra UMKM, hingga kawasan budaya yang belum banyak terekspos, Semarang sebenarnya masih menyimpan banyak cerita yang belum selesai ditulis.

Mungkin saja, desa wisata hits berikutnya justru sedang tumbuh diam-diam hari ini.

Kalau menurutmu, kampung atau wilayah mana lagi di Semarang yang punya potensi jadi desa wisata baru?

Author

+ posts

Genpi Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + twelve =