Semarang kembali membuktikan bahwa wisata bukan hanya soal kuliner dan spot foto estetik. Kali ini, Kota Lama Semarang menghadirkan pengalaman berbeda yang mengajak pengunjung menyelami sejarah bangsa melalui sebuah pameran filateli yang unik dan penuh cerita.
Jika biasanya akhir pekan di Kota Lama diisi dengan berburu kopi, hunting foto, atau menikmati suasana bangunan bersejarah, mulai 31 Mei hingga 7 Juni 2026 ada satu destinasi yang wajib masuk daftar kunjunganmu, yaitu Pameran Filateli “Dalam Cengkeraman Saudara Tua – Jejak Penjajahan Jepang di Indonesia dalam Arsip Filateli (1942-1945)” yang berlangsung di Rumah PoHan, Jalan Kepodang 64, Kota Lama Semarang.

Ketika Sejarah Tidak Lagi Membosankan
Jujur saja, bagi sebagian anak muda, mendengar kata “arsip” atau “filateli” mungkin terdengar serius dan membosankan. Tapi pameran ini berhasil mengubah anggapan tersebut.
Di sini, pengunjung diajak melihat langsung berbagai artefak asli dari masa pendudukan Jepang di Indonesia. Mulai dari perangko, dokumen komunikasi, majalah langka seperti Jawa Baru, dokumen Heiho, hingga berbagai benda filateli autentik yang menjadi saksi perjalanan bangsa pada periode 1942–1945.
Menariknya, semua koleksi yang dipamerkan merupakan hasil pengumpulan panjang oleh Bapak Pohan sejak tahun 1980-an hingga sekarang. Koleksi ini menjadi potongan puzzle sejarah yang membantu generasi masa kini memahami bagaimana kehidupan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan Jepang.

Dibuka Langsung Menteri Kebudayaan dan Walikota Semarang
Nuansa pembukaan pameran terasa istimewa. Sebelum menuju lokasi pameran, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr., H., Fadli Zon, SS, MSc , bersama Walikota Semarang Dr.,Agustina Wilujeng Pramestuti , SS, MM menyampaikan orasi publik filateli di Gedung Oudetrap, salah satu bangunan ikonik di kawasan Kota Lama Semarang.
Pada kesempatan tersebut, keduanya juga menandatangani sampul peringatan Pameran Filateli “Dalam Cengkeraman Saudara Tua” sebagai simbol dimulainya pameran.
Yang menarik, rombongan kemudian berjalan kaki dari Oudetrap menuju Rumah PoHan. Momen ini menjadi pemandangan yang unik karena memperlihatkan bagaimana kawasan Kota Lama bukan hanya menjadi ruang wisata, tetapi juga ruang edukasi dan kebudayaan yang hidup.

Belajar Sejarah dari Artefak Asli
Dipandu oleh salah satu kurator pameran, Kesit Wijanarko, Menteri Kebudayaan diajak melihat langsung berbagai koleksi yang dipamerkan.
Menurut Kesit, arsip-arsip tersebut memperlihatkan bagaimana Jepang membangun sistem komunikasi, propaganda, dan administrasi selama masa pendudukan. Dari perangko hingga majalah, semuanya menjadi bukti otentik yang merekam perjalanan sejarah bangsa.
Dalam kunjungannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa artefak-artefak tersebut merupakan jejak penting salah satu episode perjalanan Indonesia.
Melalui benda-benda autentik yang dipamerkan, masyarakat dapat melihat bagaimana sistem penjajahan dijalankan secara terstruktur dan bagaimana para pendiri bangsa kemudian berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia.
Karena itu, beliau mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk datang langsung ke Rumah PoHan dan melihat sendiri koleksi bersejarah tersebut.

Kota Lama Semarang Semakin Kaya dengan Wisata Edukasi
Selama ini Kota Lama Semarang dikenal sebagai kawasan favorit untuk fotografi, nongkrong, dan menikmati arsitektur heritage. Namun kehadiran pameran seperti ini menunjukkan bahwa Kota Lama juga mampu menjadi ruang belajar yang menyenangkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, SE, MAP , menegaskan bahwa pariwisata adalah tentang sesuatu yang menarik untuk dilihat, juga untuk dinikmati dan dikenang.
Pameran filateli ini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah kegiatan budaya dapat memberikan pengalaman wisata yang berbeda. Pengunjung tidak hanya mendapatkan foto-foto menarik untuk media sosial, tetapi juga membawa pulang pengetahuan dan perspektif baru tentang sejarah Indonesia.
Kenapa Anak Muda Harus Datang?
Karena sejarah tidak harus selalu dibaca dari buku pelajaran.
Di Rumah PoHan, sejarah hadir dalam bentuk yang lebih nyata. Kamu bisa melihat langsung dokumen asli, memahami bagaimana komunikasi berlangsung di masa perang, hingga melihat bagaimana bangsa Indonesia bertahan di tengah tekanan penjajahan.
Selain itu, lokasinya berada tepat di kawasan Kota Lama Semarang yang penuh spot estetik. Jadi setelah mengunjungi pameran, kamu tetap bisa menikmati suasana heritage, berburu foto, atau nongkrong di berbagai kafe yang ada di sekitar kawasan.
Satu kunjungan, dua pengalaman sekaligus: wisata sejarah dan wisata kota yang Instagramable.
Yuk, Agendakan ke Kota Lama Semarang!
Kalau kamu sedang mencari agenda wisata yang istimewa, Pameran Filateli “Dalam Cengkeraman Saudara Tua” layak masuk bucket list.
📍 Lokasi: Rumah PoHan, Jalan Kepodang 64, Kota Lama Semarang
📅 Tanggal: 31 Mei – 7 Juni 2026
Datanglah bersama teman, keluarga, atau komunitasmu. Karena memahami sejarah bukan berarti berjalan mundur ke masa lalu, melainkan belajar agar bisa melangkah lebih jauh ke masa depan.
Dan siapa tahu, dari selembar perangko tua dan arsip yang menguning, kamu justru menemukan kisah-kisah luar biasa tentang perjalanan bangsa yang selama ini belum pernah kamu ketahui.
Author
Genpi Semarang
