Festival Payung Indonesia (FESPIN) XIII 2026 Siap Digelar di Solo, Usung Tema Catra Padi

Kota Solo kembali bersiap menjadi tuan rumah perhelatan payung tradisional terbesar di Indonesia. Festival Payung Indonesia (FESPIN) XIII 2026 akan digelar pada 4-6 September 2026 di Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, mengangkat tema “Catra Padi” yang merepresentasikan payung dan padi sebagai simbol keberlanjutan, kemakmuran, dan kekayaan budaya Nusantara.

Apa Itu Festival Payung Indonesia (FESPIN)?

FESPIN merupakan perhelatan payung tradisional tahunan yang tahun ini memasuki edisi ke-13. Diinisiasi dan diselenggarakan oleh Mataya Arts & Heritage, festival ini menjadi bagian dari Sister Festival bersama Bo Sang Umbrella Festival, Thailand, serta berkolaborasi dengan Culture Research Institute of Asian Folk & Tradition (CRIAFT) dan ODI Art. Tahun ini, FESPIN XIII 2026 melibatkan partisipan dari lima negara, yakni Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan India, dengan sajian yang merentang dari tari tradisional, fashion show, hingga pertunjukan seni kontemporer bertema payung.

Jadwal & Lokasi

Rangkaian FESPIN XIII 2026 berlangsung selama tiga hari penuh, terpusat di Taman Balekambang, Solo, dengan dua panggung utama yaitu Amphiteater Stage dan Partinah Stage, ditambah satu panggung khusus di Gedung Kesenian (Bale Pangenggar) pada hari kedua:

  • Jumat, 4 September 2026 — Partinah Stage (13.00-15.00 WIB), Amphiteater Stage (15.00-17.30 WIB: Opening Ceremony & Parade Sepayung Indonesia), dan Amphiteater Stage (18.30-22.00 WIB)
  • Sabtu, 5 September 2026 — Partinah Stage (09.00-12.00 & 13.00-17.30 WIB), panggung khusus Gedung Kesenian/Bale Pangenggar (15.00-17.30 WIB), dan Amphiteater Stage (18.30-22.00 WIB)
  • Minggu, 6 September 2026 — Partinah Stage (09.00-17.30 WIB) dan Amphiteater Stage (18.30-22.00 WIB) sebagai penutup rangkaian festival

Pembukaan yang Meriah

Hari pertama festival dibuka dengan Parade Sepayung Indonesia dan Opening Ceremony di Amphiteater Stage, dilanjutkan dengan Langen Mataya Gendhon Humardani, fashion show lintas negara (Thailand, Korea, India, Indonesia, dan Jepang), penampilan 567eight Dance Studio Solo bersama 13 desainer fashion, Omahmili feat Pari Wengker, hingga penampilan musik dari Dwi Priyo & Sagara asal Boyolali. Malam harinya, panggung dilanjutkan oleh belasan sanggar seni dari berbagai daerah, mulai dari Depok, Jakarta, Kendal, Lampung Selatan, Temanggung, Semarang, Pacitan, Wonosobo, Purworejo, Jambi Timur, Sidoarjo, hingga Sulawesi Selatan — termasuk penampilan Sankamphaeng Cultural Show dari Thailand.

Sorotan Hari Kedua: Panggung Internasional di Bale Pangenggar

Hari kedua, Sabtu 5 September 2026, menjadi hari dengan agenda terpadat. Selain penampilan puluhan sanggar dan komunitas seni di Partinah Stage dan Amphiteater Stage, FESPIN XIII 2026 menghadirkan panggung khusus di Gedung Kesenian (Bale Pangenggar) pukul 15.00-17.30 WIB yang menyuguhkan karya-karya kuratorial bertema payung, di antaranya Nayanika oleh Karsa Adhi Luhung Seni (Karanganyar), Tari Jaipongan – Payung Geulis Sukapura oleh Sekar Ayu Oktafiana (Wonogiri), Payung Jiwa – Butir Pertiwi oleh Yayasan Kembang Setaman (Solo), Speechless oleh Hueng Won Lee dari Korea Selatan, Kidung Pananjung oleh Sanggar Seni Mahardika (Karawang), Memayung oleh Sanggar Tari Adya Kala (Karanganyar), hingga Nadi Padi – A Dance of Wuxing oleh Lembah Manah Arts Labs (Yogyakarta).

Penutup di Hari Ketiga

Rangkaian FESPIN XIII 2026 ditutup pada Minggu, 6 September 2026, dengan penampilan dari puluhan sanggar dan komunitas seni lintas kota — mulai dari Karanganyar, Wonogiri, Semarang, Klaten, Yogyakarta, Sragen, hingga penampil dari luar Jawa seperti Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Amphiteater Stage malam harinya menghadirkan penampilan puncak dari berbagai komunitas seni, termasuk Sankamphaeng Cultural Show Thailand yang kembali tampil sebagai bagian dari kolaborasi Sister Festival.

Didukung Berbagai Pihak

FESPIN XIII 2026 terselenggara atas dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, LPDP, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Surakarta, TOP KEN 2026, Wonderful Indonesia, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Festival ini juga menjadi bagian dari agenda pariwisata budaya unggulan Kota Solo sekaligus ajang diplomasi budaya antarnegara melalui simbol payung tradisional.

Saksikan Langsung di Taman Balekambang

Masyarakat umum dapat menyaksikan langsung seluruh rangkaian Festival Payung Indonesia XIII 2026 di Taman Balekambang, Solo, mulai 4 hingga 6 September 2026. Dengan tema “Catra Padi”, festival ini tidak hanya menyuguhkan keindahan payung tradisional dari berbagai daerah dan negara, tetapi juga menjadi ruang perayaan budaya, kolaborasi seniman, dan penguatan pariwisata kreatif Jawa Tengah di kancah internasional.

Author

Website |  + posts

Web Developer & SEO Specialist yang saat ini bertugas di Tim Kreatif-Online GenPI Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =