SURAKARTA – Ajang festival seni dan budaya tahunan, Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026, secara resmi menggelar acara Temu Media (Konferensi Pers) pada Kamis (07/05/2026). Bertempat di Pendopo Balai Kota Surakarta, acara ini bertujuan untuk menyosialisasikan konsep dan detail pelaksanaan festival kepada khalayak luas melalui rekan-rekan media.
Memasuki Tahun ke-13 dengan Tema “Swarna Bumi Bahari”
Tahun 2026 menjadi momen spesial karena menandai 13 tahun perjalanan Semarak Budaya Indonesia. Ketua Pelaksana SBI 2026, Aprizal Rizaldi Naim S.H., mengungkapkan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Swarna Bumi Bahari”.
Tema ini dipilih untuk mengeksplorasi dan merayakan kekayaan laut Nusantara melalui medium seni tari dan seni rupa.
Menurut Naim, interpretasi terhadap tema bahari ini sangat luas dan mendalam. “Tema ini tidak hanya sebatas visualisasi laut secara harfiah, tetapi juga mencakup makna dari gerakan tari hingga filosofi kehidupan masyarakat pesisir,” jelasnya.

Rangkaian Acara Menarik di Semarak Budaya Indonesia 2026
SBI 2026 tidak hanya menyajikan pertunjukan tari, tetapi juga menghadirkan beragam rangkaian acara kebudayaan yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Acara ini akan berlangsung selama dua hari penuh, dari pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, dengan agenda meliputi:
-
Galeri Wastra Budaya: Pameran kain tradisional Nusantara.
-
Pasar Karya Nusantara: Bazar produk kreatif dan seni lokal.
-
Pagelaran Seni Utama: Menampilkan 27 sajian seni tari dari delegasi sanggar dan komunitas dari seluruh penjuru Indonesia.
Bocoran Penampilan Memukau dari Delegasi Nusantara
Dalam acara Temu Media, beberapa perwakilan delegasi turut hadir dan memberikan bocoran mengenai karya yang akan mereka tampilkan di panggung SBI 2026:
1. Lembaga Inisiasi Flowmotion Indonesia (Gunungkidul)
Dwiki Agil, perwakilan delegasi, memaparkan karya tari berjudul “Rintik Bebatuan”. Tarian yang dibawakan oleh anak-anak ini menggambarkan semangat hidup masyarakat Gunungkidul, dipadukan dengan simbolisasi api yang melambangkan semangat membara dan ketulusan ekspresi.
2. Sanggar Seni Al-Farabi (Bulukumba, Sulawesi Selatan)
Membawakan tarian bertajuk “Spirit of Bahihe Kajang”, delegasi ini akan menceritakan tentang kesederhanaan pola hidup masyarakat adat Kajang sekaligus semangat pantang menyerah mereka saat melawan penjajah.
3. Damar Art (Banyuwangi)
Nazar Angga dari Damar Art menjelaskan bahwa mereka akan membawakan tarian berjudul “Sraddha Patni”. Tarian ini terinspirasi dari kisah Dewi Sri Tanjung, yang menonjolkan sisi feminisme serta mengisahkan awal mula terbentuknya daerah Banyuwangi.
Jadwal dan Cara Menonton SBI 2026
Bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman estetis dan mendalami pesan moral dari para seniman, dapat hadir langsung pada:
-
Tanggal: Jumat (08/05/2026) dan Sabtu (09/05/2026)
-
Waktu: 10.00 WIB – 22.00 WIB
-
Lokasi: Balai Kota Surakarta
Selain acara offline, panitia juga memfasilitasi penonton dari luar kota melalui siaran langsung (live streaming) yang dapat diakses di kanal YouTube resmi Semarak Budaya Indonesia.
Acara Temu Media ini kemudian ditutup dengan prosesi Wilujengan atau doa bersama. Tradisi ini diikuti oleh seluruh panitia dan perwakilan media sebagai bentuk permohonan agar rangkaian perhelatan SBI 2026 dapat berjalan sukses, lancar, dan memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya Indonesia.